Bengkulu, 28 Juni 2014
G.S. Hatmanti
Senja dan Fajar, awalnya hanya kata-kata biasa. Sampai suatu ketika percakapan tengah malam atau mungkin hampir menjelang dini hari waktu itu membangkitkan imajinasi untuk menjadikan Senja dan Fajar lebih dari sekedar kata.
Terima Kasih
Senja dan Fajar
Terus
Senja terus berlari
Demi mengejar fajar
Fajar
Ia tetap meninggalkan jejak-jejaknya
Tah hirau akan senja
Mengapa senja tidak berjalan beriringan saja dengan fajar ?
Siapa yang tahu ?
Peduli apa fajar akan senja ?
Bagaimana mungkin berjalan beriringan
Sedang fajar selalu mendahului senja
Tapi
Senja tak pernah letih
Mengejar fajar
Merindu fajar


duhhh senja dan fajar. secara visual bedanya apa yaah mbem? :D
BalasHapusciieee mbem cieee
cintamu tabah yaaaaah :p