Tiga Dalam Satu

pic

Rangkaian kata yang tercipta untuk pencinta kerlipan manja di wajah semesta menanti penerimaan dan untuk Bintang Utara yang hidup kekal di keabadian malam tanpa penerimaan.

G.S. Hatmanti dan Bintang Utara

Dini hari aku berdiri sendiri
Seorang pengembara tua yang menggayuh sampan mimpi di awal pagi
Diiringi para jangkrik yang sibuk bermusik dalam melodi klasik
Temanku sang Jendral angin merangkulku hingga beku
Diam aku menatap berlian-berlian surga yang berkelip manja di wajah semesta
Beberapa kabut kelabu menutup pandangan rabunku
Hingga aku terusik ketika malaikat mulai berisik membangunkanku yang mulai diam tak berkutik
Salamku untuk putra jingga yang menyambutku
Dukaku untuk ratu purnama yang menggulungkan karpet hitam ceritaku
Untukmu yang mencintai cahaya semesta
Aku simpan satu cerita pada kejora merah muda di sudut utara
Seribu cahaya berjuta nama
Bamantara menjaga
Agar tetap suci keagunganku untukmu putri Astra

-------

Malam pekat mengusik berbisik
Aku butuh pengabaian akan bisik
Tapi pekatnya malam bersikeras mengusik
Memaksa menerobos batas maya jadi nyata
Malam abadi, kekal dalam sebuah kerahasiaan
Menanti bunyi-bunyi yang menyudahi keabadian malam
Tik-tok jam menjelma gema menerobos masuk gendang telinga
Aku menyerah pasrah
Hatiku berakhir pada jelmaan kata
Entah masihkah kata itu bermakna ?
Berhakkah kata itu ada ?
Siapa yang tahu ?
Siapa yang peduli ?
Siapa yang akan mengerti ?
Biar semuanya abadi, hidup dalam kekekalan malam
Tanpa perlu penerimaan
00.31

-------

Kabut-kabut kelabu
Menutupi langit hitam pekat malam sendu
Musik biru
Merakit setiap harapan yang terpancang dalam pikiran sebelum kenyataan menggoyahkan
Bintang utara sudut merah jambu
Menunjukan arah hati yang sedang tak menentu
Babibu tralala trilili trululu
Semua berbicara dengan ragu
Semua menatap dengan sayu
Mata-mata langit yang berkedip manja
Kejora
Sampaikan sejuta rasa yang tak bisa kubawa dan kuterima
Biarkan malaikat-malaikat pagi yang berpatroli dini hari menjadi saksi
Aku melangkah mati
Berbaur dalam bedebah debu yang terguyur




0 komentar:

Posting Komentar